Pages

Tuesday, 13 October 2020

Umat Islam Menolak Omnibus Law

 Sebut saja namanya ibu Atin. Dia bersama kakaknya Hari berboncengan menggunakan sepeda motor dari Kramatjati, Jakarta Timur melaju menuju Patung Kuda, Jakarta Pusat. Di motor itu juga ada seorang bocah duduk sambil memegang dasboard sepeda motor yang dikekudikan Hari.



Tiba di lokasi, ibu berusia 67 tahun itu turun dari sepeda motor untuk berbaur dengan ribuan massa yang hendak mengikuti aksi Menolak UU Omnibnus Law. Namun, saat si bocah bernama Ryan itu mau diturunkan tiba tiba byuuuar muntahan tumpah dari mulut bocah usia 2,5 tahun itu. Beberapa pemuda yang sedang duduk di sekitar kerumunan massa itu pun dibuat kaget dan mereka reflek membantu si nenek.



Hari sang kakek bocah itu hanya bisa senyum kecut. Motor yang baru dicucinya sebelum berangkat kini telah kotor bagian depannya.  Di sebelah sana banyak yang menjual minuman tetapi si kakek lebih suka melap motor itu dengan kain bukan menyiram. 

Si kakek sibuk si nenek juga sibuk mengurus bocah yang ternyata hiper aktif. "Saya bawa karena ibu si bocah yang anak saya itu sedang kerja sedangkan bapaknya sudah kawin lagi tutur si nenek. 

Si nenek nampak  kewalahan dengan si bocah hingga menjadi perhatian para pemuda yg duduk di sana. Makanan dalam dos yang dibagi seorang ibu dibuang si bocah.

Kenapa ingin ke sini Bu? Iya saya diajak kakak saya, kami ingin berbaur dengan umat Islam kan ada ajakan dari ulama kami kata si nenek. 

Di sebelahnya ada seorang pemuda mengaku mahasiswa dari Grogol. Dia nampak mengurut kakinya yang sakit. Dia bercerita hari Kamis lalu saat aksi menolak Omnibus Law digelar ribuan mahasiswa dan buruh di lokasi yang sama dia terjatuh. 

Saya sempat terinjak Bu untung bisa lari lagi bersama ribuan mahasiswa saat gas air mata mulai ditembaki aparat.  Ini memar kaki saya sambil dilihatin lutut kanannya yang masih biru. 



Kok datang lagi? Iya karena ada undangan tuk menolak UU Cilaka itu katanya. Saya akan datang karena UU tersebut menyangkut masa depan saya juga. 

Tiba tiba terdengar suara gemuruh ternyata suara nyanyian tolak UU Omnibus Law yang diplesetkan UU Cilaka dari rombongan pemuda yang suka menamakan dirinya Avengers. Ada yang berjas almamater tapi sebagian besar tidak berseragam. Sekilas mereka mirip anak sekolah menengah atas dan bawah  Mereka muncul dari Patung Tani. 

Ada lebih 400 orang mereka bergandengan tangan.

Kecaman terhadap pemerintah ini dan DPR mereka nyanyikan dalam lagu sambil membawa bendera beraneka tulisan kecaman. 

Belum 10 menit datang lagi para orang tua bersama dengan anak muda yang berjalan dengan heboh sambil menunjuk nunjuk pohon, sempat bingung rupanya mereka teriak turun turun di sambut ketawa yang melihat. 

Di sebelah sana persis depan gedung Indosat di mobil komando para ulama serta seorang emak sedang berorasi. Di depan mereka ribuan umat hadir dan dijaga pasukan FPI. Di sebelah mereka ada batu pembatas dan kawat berduri. 

Aparat keamanan berada di sana sambil melihat aksi massa..

Dalam orasinya mereka meminta pemerintah mencabut UU Omnibus Law karena merugikan semua pihak bukan hanya umat Islam. UU tersebut menurut pendemo dinilai berpotensi membuat kehancuran bagi Indonesia. 

Tiba azan Dhuhur orasi dihentikan dan massa sebagian keluar dan sebagian ke masjid di jalan Sabang. 

Para pedagang seperti biasa pun ada tetapi para relawan dari berbagai komunitas seperti Maharani Peduli kembali menunjukan aksi sosial mereka dengan membawa ribuan minuman dalam botol juga roti dan makanan. Cairan handsantiser pun mereka bagi.

Di sebelah sana ada juga sebuah mobil yang membagikan kurma dan minuman. Di sebelahnya berjejer mobil ambulans. 


Orasi kembali dilanjutkan dan sekitar jam 3 para tokoh yang berada di mobil komando mengumumkan aksi berakhir dan meminta umat pulang ke rumah masing masing. 

Belum 10 menit mobil komando jalan diiringi banyak umat dikawal FPI tiba tiba terdengar tembakan gas air mata dari dalam Monas.  

Rombongan yang berjalan belum jauh memjadi panik terutama para ibu juga ortu. Berlarian mereka menyelamatkan diri.

Ironisnya anak anak muda malah maju dan melempari aparat. Aksi lempar dan tembakan gas bagai sedang perang pun terjadi. 

Warga dipaksa mundur hingga patung tani, sebagian ibu bersembunyi di lapangan IRTI. 

Aksi melawan aparat terus terjadi, mereka sangat militan walau dengan batu dan botol mereka terus nekat mendatangi aparat Brimob yang berpakaian hitam hitam itu. Gas air mata ditembakan memenuhi udara Jakarta terutama sekitar Tugu Tani juga di sekitar Sudirman. 



Mobil ambulans yang membawa korbanpun mulai lalu lalang dikawal motor-motor untuk membuka jalan. Mereka sangat gesit. 

Entah bagaimana di Cikini raya mobil ambulans dihadang aparat yang dari Tugu Tani. Dua mobil ambulans dihentikan dan sebuah mobil nekat melarikan diri hingga akhirnya dikejar dan ditembaki. 

Tiga penumpang mobil ambulans dari Tim Rescue Ambulance Indonesia atau TRA langsung digelandang di bawa ke Polsek Menteng.  Mobilnya pun ikut di bawa. 

Kepada penyidik Marvel tim medis mobil itu mengaku panik dan takut dipukul mobilnya makanya melarikan diri. 

Di dalam mobil itu ditemukan selongsong gas air mata bukan batu seperti tuduhan orang di medsos. 

Sedangkan ambulans milik Yayasan Al Akhyar yang sempat dipukul hingga pecah kacanya dibawa warga ke arah Kalipasir dan di sana dua korban kena gas air mata dirawat hingga akhirnya korban itu dibawa ke RS karena kondisinya sangat parah diduga sakit jantung. 

Saat yang sama ratusan anak anak muda yang berada di gedung Gerakan Pemuda Islam dan PII di Menteng Raya usai tawuran massal itu didatangi aparat yang membawa mereka ke Polda. 

Dan di daerah Kwitang yang tidak jauh dari gedung GPI ternyata terjadi lagi aksi lempar batu dan tembakan gas air mata.

Hingga kapan kondisi menakutkan ini akan berakhir? 

Warga sudah tidak peduli dengan masalah Covid tetapi pasal perpasal dalam UU Omnibus Law itu membuat Indonesia kini menjadi kacau balau terlihat dari aksi penolakan di berbagai daerah hingga membuat banyak kerusakan. 

Yang korbanpun semakin banyak berjatuhan bukan hanya di kalangan warga tetapi aparat juga. Aktivis yang biasa bersuara keraspun ikut diciduk hingga membuat kecaman berbagai pihak.###

Thursday, 8 October 2020

Kekerasan Akibat UU Omnibus Law

 

Sayup sayup dari kejauhan terdengar suara nyanyian..Revolusi revolusi. Belakangan baru diketahui nyanyian itu dikumandangkan para buruh. Mereka berasal dari perusahaan otomotif dan sejumlah pabrik dari Bekasi yang saat itu melintas di depan Balaikota. Seragam mereka biru muda, beriringan mengikuti mobil komando.

Tak lama lagi menyusul ribuan mahasiswa berjas hijau & Merah dengan mobil komando juga. Mereka menaiki beberapa bus besar. 

Lagu mereka juga nyaris sama tentang revolusi diselingi lagu mars perjuangan dan sesekali di antara mereka meneriakan kecaman tentang Omnibus Law.

Saya duduk di kursi taman yang ada di sana berdua dengan teman penulis terkenal Pipiet Senja. Kita mengamati kedatangan mahasiswa sambil membicarakan hal-hal kekinian di negeri ini. 

Selang beberapa lama,  datang lagi rombongan mahasiswa berjas kuning. "Jaga barisan ...jaga barisan," teriak komandannya. Tali melingkari mereka. Mahasiswi dan mahasiswa berbagai universitas itu tumplek sekitar patung kuda depan Indosat dan pertigaan Sabang.

Ternyata sebagian sudah maju mengarah dan berhadapan dengan aparat kepolisian yang berjaga persis di depan gedung RRI dan perkantoran sekitar istana itu.

Teman saya yang penulis itu akhirnya pamit pulang karena kondisi yang semakin ramai. 



Jika sebagian para pengunjukrasa mendekati aparat di dekat patung Arjuna Wiwaha itu, ribuan mahasiswa lainnya dari berbagai kampus duduk manis mendengarkan orasi dilakukan pimpinan mahasiswa di atas mobil komando.



Masalah Omnibus law lagi lagi dikecam mereka. Berbagai umpatan mereka lemparkan ke DPR.

Tiba-tiba saja tembakan gas air mata terdengar memancing yang sedang duduk ikut lari ke patung Indosat. 

Tembakan dari moncong senapan aparat semakin gencar karena mahasiswa juga semakin nekat melakukan aksi lempar batu dan sejumlah botol melayang ke arah petugas.

Tiba-tiba ada yang melempar kaca pospol di dekat patung Arjuna dan yang lain ikut menghancurkan kacanya.



Dan beberapa mahasiswa mulai dibawa ke mobil ambulance yang ada di sana. Salah satunya punya Mer-C. Mereka terkena serpihan gas air mata. 

Air air teriak mereka, bertumbangan mahasiswa ada lebih 25 orang tetapi tembakan smakin gencar. Mobil ambulance pun hrs mengungsi. 

Mobil Tv One dan Metro Tv pun ikut mulai dipindahkan. 

Belum 5 menit tiba tiba mahasiswa berteriak menginfokan ada aparat dari arah Jl Sabang.  

Padahal mereka juga dikejar dari gedung Indosat. Sebelum pasukan Brimob dari Sabang muncul, kobaran api mulai melahap pospol polisi itu.

Mereka berlarian panik ribuan termasuk saya.

Banyak yang berjatuhan saking panik sehingga menabrak motor motor yang diparkir di sana.

Beberapa mahasiswa saking panik melompati pagar Irti dan refleks saya mengikuti mereka. 

Ternyata pagar itu sangat tinggi, tapi karena  terdesak saya berhasil memanjatnya. Sebelumnya tas telah dilempar ke dalam halaman Irti tetapi saat hendak meloncat muncul keraguan karena pagarnya cukup tinggi sekira 2.5 meter.  

Beruntung ada anak muda berkaos biru tua berkata "injak bahu saya sj bu". 

Tanpa berpikir panjang sy menginjak dia dan berlari ke dalam tuk mencari air akibat perihnya mata. 

Di sana banyak pedagang yang ikut panik karena gas pun ikut ditembak ke dalam. 

Beruntung ada yang menjual air.  Tanpa berpikir lama air segera disiram ke mata yang sangat perih. 

Sedangkan suasana di luar parkiran semakin panas tembakan semakin banyak dan mahasiswa tetap nekat melempari mereka dengan batu dan botol.


Tiba tiba pasukan Brimob berbaju hitam masuk ke dalam area pedagang, mereka langsung membentuk formasi berlindung dengan tamengnya. Tak berselang lama terdengar bunyi lemparan termasuk bunyi pecahan kaca. 

Saya hanya bisa melihat dari jauh dan selang 5 menit pasukan pergi. Tiba tiba banyak pria dan pedagang perempuan marah marah ke beberapa tentara yang berjaga. 

Rupanya gedung kantor mereka hancur dilempari mahasiswa. 

Pak Usman sebagai ketua protes karena gara gara polisi masuk ke sana sehingga membuat mahasiswa menyerang. 

Andai polisi tidak masuk aman saja katanya marah.

Kami berencana mau meminta ganti rugi ke Kapolda katanya yang didukung pedagang lainnya.

Beberapa pedagang perempuan juga marah karena anak kecil mereka kesakitan kena gas air mata. 

Setelah kondisi di rasa aman, saya ingin keluar dari area aksi demo. Di depan jln Sudirman Thamrin tapi asap hitam terlihat dari jauh.

Aparat bersiaga di mana mana banyak jalan ditutupi hingga pengemudi motor harus mencari jalan tikus. Akhirnya karena waktu mepet untuk sholat saya  akhirnya mampir  ke sebuah gedung di Sudirman. Di sepanjang jalan pemandangan kerusakan terpampang jelas.

Ternyata di dalam gedung itu ada 3 mahasiswa yang sedang shalat Ashar.  Mereka mengaku terpaksa sembunyi di sana karena dikejar aparat. 

Di luar sana, aksi demo ribuan pengunjukrasa  masih berlangsung. Hampir semua ruas jalan diblokade aparat, padahal saat itu berbarengan dgn waktu bubaran kantor. 

Dalam aksi demo itu ada 300an ratusan pengunjuk rasa digelandang aparat kepolisian. Sehari sebelumnya aparat juga menangkap setidaknya lebih dari 200an  pendemo. Hal itu dijelaskan pihak Humas Polda metro jaya. 


Andai saja DPR dan Pemerintah bersikap bijak dengan menolak membahas RUU Omnibus Law mungkin saja hari ini tidak terjadi aksi anarkis dan tidak ada perlawanan ke aparat. 

Aksi anarkis menjalar ke berbagai tempat di Indonesia terutama di Jakarta. Aksi penjarahan juga tlah terjadi. Atas kondisi itu  Menko Polkam Mahfud MD beserta petinggi lainnya menyatakan akan bersikap tegas kepada pelaku anarkis.




Tuesday, 6 October 2020

Ketika Suara Buruh Tidak Didengar

 


#DPRRIKhianatiRakyat

#DPRImpostor (hanya yang muda yang tahu)

#DPRDisbandParty

#TandatanganiPetisi

Dan lain lain termasuk Tiktok ala Milenial ikut meramaikan aksi turun para buruh hari ini setelah DPR di rapat Paripurna menggolkan UU Omnibus Law.





Waooo sejak kemarin malam Twitter..Fesbuk..WAG dan lain lain ramai dan semakin menjadi tadi pagi terkait diundangkannya UU Omnibus Law.

Taggart diikuti ribuan orang terutama kaum milenial.

Putriku yang masih kelas 1 SMA mengaku "Generasi Z" generasi mereka juga sibuk mengamati serangkaian kegiatan legislasi di DPR itu. WA grup ramai dan dia sibuk memerhatikan percakapan teman teman kelasnya yang sejak semalam ribut mengikuti rapat di DPR. 

"Akhirnya saya juga bersuara dengan mengatakan " mungkinkah inikah tanda kehancuran demokrasi di negeri ini.?"..

Masalah Puan Maharani memblok mike anggota Partai Demokrat yang mau berbicara juga serius dibahas mereka. Ketua DPR kayak apa tuu kecam temannya. Demokrasi paling buruk balas yang lain. Generasi Z bisa bersikap kritis apalagi generasi di atas mereka yakni Milenial. 

Seorang ibu yang hanya ibu RT bercerita di Grup Emak jika WAG anaknya yang kuliah di Depok itu juga ramai sejak semalam. Sumpah serapah mereka lepaskan. 

Mereka menyesal aksi turun menuntut pembatalan RUU Omnibus Law beberapa waktu lalu dia sia.

"Mungkin kita kurang berjuang" kata mereka.

Di kalangan para emak juga bapak-bapak di WAG tak kalah ramainya. Hujatan pun tak urung terlontar.

"Saya punya anak 4 sekarang mereka masih kecil. Bagaimana nasib mereka kelak katanya sedih. "Masak anak saya nanti hanya jadi pekerja kontrakan seumur hidupnya?" kata salah seorang emak-emak.

Dulu saya bekerja 3 tahun di sebuah media  massa sudah diangkat dan dengan jadi pekerja tetap, biaya medis, dan lain lainnya ditanggung perusahaan. 

Namun perlakuan beda terjadi pada karyawan kontrak yang tidak mendapat apa apa kecuali upah. 

Di pasal UU ini perusahaan bisa memPHK mereka jika mereka mau dan pekerja tak berdaya celetuk ibu lainnya. 

"Ibu bu..anak saya yang saya sekolahkan hingga berbiaya ratusan juta juga nasibnya nanti mengerikan". Curhat ibu bernama Tia.

Sebentar lagi dia melamar kerja tapi dengan UU yang baru disahkan tanggal 5 Oktober itu tentu sangat tidak menguntungkan buat dia. Saya tidak punya banyak uang tuk bantu dia buat usaha curhat siibu. 

Si ibu tanpa ampun menyumpahi semua mereka yang mendukung UU itu. Aamin Aamin ramai menjawab baik dg emoticon atau tulisan. Semua marah & kecewa. 

Ya siapapun pasti kecewa kecuali pengusaha?

Dengan UU Omnibus Law baru ini yang diketok Puan Maharani putri mantan presiden Megawati itu. Menjadi catatan hitam bangsa ini.

Nyaris tidak ada pasal yang dirasa menguntungkan para pekerja dalam UU kontroversial ini. 

Refly Harun mengamat Politik dan ahli Tata Negara dalam video chanelnya dengan judul "Benar benar UU Cilaka" menyatakan ' Pengusaha bisa saja siap siap melakukan PHK dengan dalih Resesi. 

Karena dalam UU yang baru Pengusaha diperbolehkan melakukan PHK kapanpun secara sepihak.



UU tersebut menguntungkan pengusaha terutama pengusaha Asing tutur Refly.

Poin yang membuat para abege atau generasi Z, Para Milenial para ibu bapak dan terutama para buruh karena poin poin dalam UU yang diumumkan tengah malam itu dinilai sangat tidak berpihak pada keadilan.

Sebagai generasi muda UU tersebut menjadi hantu belau yang menakutkan karena nasib mereka terancam di UU yang diumumkan tengah malam.  

Malam identik dengan kegelapan artinya Indonesia madesu atau masa depan suram tergambar jelas di mata mereka. 

Di antaranya pasal yang sangat merugikan para buruh.

- Soal gaji sekarang berpegang pada UMP atau upah minimum propinsi sedangkan UMK atau upah minimum kabupaten dihapuskan. UMP biasanya lebih rendah dari UMK

-Hak2 cuti termasuk cuti melahirkan dihilangkan dan tidak ada pergantian

-Tidak ada denda bagi pengusaha jika mereka terlambat membayar. 

-Tidak ada pesangon bagi buruh yang telah menerima 3x surat peringatan. Dipecat tanpa pesangon.

- Semua hak cuti dihilangkan. Begitu juga hari libur lebaran hanya pada tanggal merah.


- Ironisnya pekerja asing bebas masuk dan bekerja di negeri ini. 

Ada 13 butir aturan yang membuat meradang para pekerja terutama para buruh yang hidupnya kebanyakan di bawah garis kemiskinan. 

Dengan upah UMP di bawah 4.5 juta tuk Jakarta dan bisa hanya 2.4 juta di daerah siapa yang sanggup bertahan hidup apalagi jika mereka memiliki banyak anak atau keluarga yang harus ditanggung.

Dan jika mereka di PHK tentu menjadi lonceng kematian bagi buruh dan keluarganya karena tidak ada pesangon. 

Jangan heran kemarahan pimpinan Konfederasi serikat buruh Indonesia Said Iqbal yang meminta para buruh tuk memprotes UU baru itu disambut gemuruh para buruh.

Selama 3 hari mereka tidak akan bekerja dan sejak kemarin mereka tlah turun ke jalan. 

Puncaknya hari ini di berbagai kota terutama di Jabodetabek, Serang, dan Cilegon yang memiliki banyak pabrik ribuan buruh stop bekerja. Yang masih bekerja didatangi tuk ikut turun. 

Semua mereka kompak tinggalkan tempat kerja mereka. Semua turun ke jalan jalan termasuk depan Gedung DPR MPR. 

Aksi buruh turun ke jalan disambut masyarakat yang ikut geram dengan ulah anggota dewan itu.

Sebagai wakil rakyat mereka sangat kaya raya, jangan heran pameran mobil mewah menjadi hal biasa terlihat di halaman gedung DPR MPR. 

Beda dengan rakyat yang memilih mereka terutama para buruh. Bermotorpun kebanyakan harus kredit begitu lama.

Mereka yang harusnya menjadi suara suara rakyat malah terlihat menjadi wakil suara pengusaha?

Akibatnya tulisan kecaman hari ini juga mengalir deras. Banyak pengamat termasuk suara para tokoh termasuk dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia KAMI menyesalkan ulah anggota dewan itu. 

Apalagi hanya dua partai yang bersikap konsisten berada dengan para pekerja. Yah Partai Demokrat yang biasanya seiring sekata, setuju dalam berbagai UU kontroversial kemarin bersikap tegas menolak begitu juga PKS yang hingga kini masih Istiqomah membela rakyat banyak.

Suara rakyat adalah suara Tuhan tapi mereka menganggap enteng. Pembuat aturan mungkin lupa ada pertanggung jawaban dunia akhirat.

Jerit tangis jerit kemarahan para pekerja para buruh bisa menjadi senjata mengerikan buat mereka. Smoga Allah masih menjaga Bangsa ini.



Tuesday, 18 August 2020

KAMI Ada Untuk Indonesia

 Iis seorang Lawyer yang tergabung dalam ormas Pejabat ( Pengacara dan Jawara Pembela Rakyat) sejak jam 7 pagi  telah berangkat dari Bogor bersama 40 teman temannya menuju Tugu Proklamasi.


Di Tugu Proklamasi Iis bertemu dengan 100 anggota Pejabat yang diketuai Eka Jaya.  Mereka  telah kompakan ikut menghadiri Acara perayaan 17 Agustus dan deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI selain Iis,  Syahpuddin ayah 4 orang anak dari Banten juga telah tiba pukul 9 pagi bersama 8 temannya.  

Mereka bukan dari ormas tapi rakyat kecil yang ingin mendukung keberadaan KAMI.  Berjubel rakyat datang menghadiri acara Deklarasi KAMI yang diketuai mantan ketua MUI Prof. Din Syamsuddin hingga melebihi target panitia yakni 3000 orang.


Sekitar 40 orang Alumni UI atau ILUNI yang tergabung dalam UI Watch dengan berjas Kuning mereka tampak semangat menghadiri acara KAMI. Begitu juga alumni ITB dan berbagai kampus lainnya ikut hadir karena mereka adalah intelektual yang resah dengan kondisi bangsa ini. 

Puluhan tokoh ikut hadir di antaranya putri mantan presiden Soeharto, Siti Hediaty atau mba Titie. Selain itu hadir pula para deklarator yang berjumlah lebih dari 100 orang salah satunya Abdullah Hehamahua mantan penasehat KPK. Tak ketinggalan para emak militan yang semarak dengan baju merah putih mereka. 


Tugu Proklamasi yang biasanya sepi kini menjadi semarak. Tenda dan bendera merah putih berkibar dengan cuaca yang sangat bersahabat setelah paginya Jakarta diguyur hujan. 

 75 tahun tahun yang lalu dua tokoh pendiri Bangsa Soekarno dan Hatta membacakan Teks Proklamasi di tempat itu.  Selasa kemarin di tempat yang sama putri Tertua Bung Hatta, Meutia Hatta membacakan Teks Proklamasi di samping patung ayahanda tercinta disaksikan ribuan peserta.




Profesor Dr. Sri Edi Swasono malah menjadi dirigen memimpin lagu Indonesia Raya.  Suasana kebatinan terasa mengharukan karena kedua pasangan putri Proklamator itu ingin hadir bergabung di acara KAMI. 

Usai merayakan hari kemerdekaan giliran pembacaan Deklarasi KAMI yang dipimpin Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, dan Rohmat Wahab tokoh NU. Acara dilanjutkan dengan pembacaan 10 Jatidiri KAMI di antaranya KAMI adalah gerakan Moral yang terdiri dari berbagai profesi, suku dan agama.

KAMI ada untuk melakukan pengawasan dan memberikan kritik terhadap pemerintah sesuai konstitusi dan UUD 45.


Sedangkan dalam Maklumat KAMI yang dibuat oleh para intelektual dan pakar disebutkan kondisi Indonesia kini banyak melenceng dari Konstitusi dan UUD 45 di antaranya terjadi oligarki kekuasaan. Tercatat pihak Asing hingga 30 tahun ke depan telah kuasai SDA Minerba dengan nilai 10 trilyun rupiah. 

Akuisisi Saham Freeport yang kemarin menjadi isu hangat bahwa pemerintah telah berhasil  ternyata tidak.  Begitu pula masalah utang negara yang dapat mengancam kedaulatan negara juga menjadi poin utama dalam maklumat itu.


Pembacaan Jati diri dan Maklumat selama lebih sejam itu disaksikan puluhan media massa dan pendukung KAMI, mereka tampak antuas. Teriakan takbir kerap dilontarkan dari peserta  yang hadir. 

Acara berlangsung sukses skalipun di pojok sana ada sktr 25 orang mendemo aksi KAMI. Tetapi aksi tersebut dianggap angin lalu oleh peserta sehingga suasana hingga acara berakhir tanpa ada masalah. 

Begitu juga masalah protokol Kesehatan dipatuhi semua peserta dengan memakai masker tetapi social distancing sulit terhindarkan mengingat begitu banyak peserta. Skalipun panitia acara sejak menyebarkan undangan baik melalui WAG juga di medsos mengumumkan tentang kepatuhan tuk mematuhi protokol kesehatan.

Tuesday, 21 January 2020

Selamat Jalan Sang Mujahid....



Telah berlalu sehari setelah kepergian sang mujahid kemanusiaan dr Yoserizal Jurnalis, SpoT pendiri Medical emergency Rescue Committe atau Mer-C ke haribaanNya.

Tetapi tulisan kesaksian yang begitu indah terhadap almarhum masih terus muncul. Datang dari berbagai kalangan termasuk wartawan dan korban korban perang yang pernah diobatinya.

Yah siapapun yang tahu tentang kiprah kerja Mer-C pasti masih tidak percaya dengan kepergian dokter berbadan tingi dan gagah itu.
Putra pertama mantan Rektor Universitas Andalas Profesor Jurnalis Kamil dan Prof. Dr. Sahara MA, Dekan IKIP Padang.

Berita kematian di Senin (20/1) pada Subuh hari mengangetkan banyak orang mengingat aksi kemanusiaan dari dokter lulusan UI itu sudah terbukti bukan hanya di dalam negeri tetapi di banyak negara di dunia terutama yang mengalami konflik sektarian atau agresi militer. Dari berbagai kesaksian tentang hebatnya putra Minang kelahiran 11 Maret 1963 itu menolong korban korban nyaris semua pihak mengangkat topi terhadap jihad sang dokter. Nyaris tidak ada yang mencela aksi dokter Yose dan Mer-C.

Kepergian ayah beranak tiga itu benar benar menimbulkan pilu mendalam terlihat dari kehadiran ribuan orang baik di pendopo Silaturahim tempat almarhum disemayamkan hingga saat dimakamkan.




Di pendopo di rumah duka, begitu banyak berdatangan tokoh nasional di antaranya mantan Wapres Yusuf Kalla dan beberapa mantan menteri serta menteri kesehatan.  Tokoh pendidikan Arif Rahman Hakim, paman dari Sandiaga Uno malah khusus membawa Kiswah yang dibelinya di Makkah untuk menutup jenasah sang Mujahid.




Kiswah berwarna hijau itu bukti rasa hormat dan cinta Arif Rahman bahwa almarhum memang tokoh panutan yang tlah membela umat manusia.

Usai acara sholat jenazah di Masjid Rasil mantan Ketua Umum Muhammadiah, Din Syamsuddin mengaku Muhammadiyah dan MUI sangat dekat dengan Mer-C. Diakuinnya, kepergian almarhum membuat MUI dan Muhammadiah sangat berduka.  Rakyat dan umat Islam bukan hanya di Indonesia tetapi dunia juga berduka, tutur mantan ketua MUI itu.


Almarhum adalah Mujahid Dakwah, Mujahid kemanusiaan yang tlah mengisi hidupnya tuk kemanusiaan sebagai Dinul Insyaniyah.
Almarhum dokter Yose menurut Din bukan hanya membantu korban langsung di lapangan tetapi menjadi pemrakarsa berdirinya RS di Gaza Palestina. Jadikan kematian almarhum untuk melahirkan Yose Yose yang baru.

RS Gaza yang tlah berdiri 4 lantai dibangun sejak 5 tahun lalu dengan donatur dari umat Islam Indonesia.
Dalam proses membangun tidak sedikit bahaya yang harus dilalui tim Mer-C dan relawan lain.
Beberapa kali menurut anggota Mer-C mereka harus berhadapan dengan polisi dan tentara Israel serta berondongan peluru.
Tetapi berkat semangat berjihad mereka tetap nekat. Jika kematian datang itulah jihad kita kata dokter Yose kepada para relawan.

Bukan hanya RS Gaza tetapi RS di Rohingnya pun tlah berdiri atas kebaikan hati almarhum.

Hal senada diungkap Sekjen FPI Munarman yang beberapa kali diajak almarhum tuk temani menolong para korban di beberapa daerah. Saat berdua almarhum sering bercerita bagaimana mengerikan suasana di lokasi yang akan dibantu.
Tak jarang mereka berada diantara mujahid dan kaum penjajah. Seperti saat di Irak dan Afganistan.

Tujuan menolong korban bisa berbalik menjadikan mereka korban karena pertempuran tetap berlangsung.
Dan yang ditakutkan almarhum agar jangan sampai ditangkap oleh pasukan Amerika karena bisa saja dirinya ditahan di Guantanamo sebagai foreign fighter.

Tetapi semangat almarhum memimpin misi kemanusiaan di berbagai negara konflik itu menurut Munarman sangat luar biasa.

Kadang saat menolong korban seperti saat gempa di Sumbar almarhum dalam kondisi sakit. Tetapi demi menolong sesama almarhum melupakan sakitnya.



Kehebatan almarhum diungkapkan banyak tokoh dan rekan almarhum berlanjut saat almarhum disemayamkan di TPU Pondok Rangon, Bekasi.
Di depan ketiga anak dan istri almarhum tokoh Palestina, dokter Aid yang khusus datang dari Palestina mengaku jasa almarhum sangat besar untuk rakyat Palestina. Rakyat Palestina sangat berduka. Perhatian dan bantuan dari Mer-C benar benar sebuah mujizat.


Sedangkan ketua IDI Pusat dr. Daeng Fakih menyatakan keluarga IDI sangat berduka dengan kepergian almarhum. Mungkin tidak ada dokter seperti dokter Yose yang benar benar mengamalkan ilmunya tuk sesama tutur Daeng Fakih.
Harusnya para dokter meniru apa yang telah dilakukan almarhum.



Inilah dokter yang menjunjung nilai nilai kemanusiaan. sa almarhum IDI Pusat memberikan penghargaan kepada istri almarhum Dian Susilawati.

Mer-C sendiri berdiri sesaat konflik Ambon pecah di April 1999.  Saat itu dokter Yose dan teman temannya di FK UI melihat adanya ketidak adilan dalam penanganan terhadap korban kerusuhan terutama di pihak umat Islam.

Atas inisiatif almarhum mendirikan Mer-C dan dengan dana seadanya mereka berangkat ke Ambon.
Di Ambon karena kondisi, para relawan Mer-C harus mendirikan RS darurat di lapangan tuk mengobati para korban yang sangat menyedihkan karena kebanyakan luka potong. Madu yang telah dibawa dari Jakarta menjadi obat anti-infeksi pertama sebelum operasi. Madu disiram ke semua korban.

Dari Ambon berlanjut ke Galela dan Poso yang mengalami konflik sektarian. Sejak saat itu nama Mer-C bergema dan
selalu ditunggu masyarakat.


Dalam menolong korban Mer-C tidak pernah membeda bedakan agama atau suku sehingga perjuangan almarhum dan Mer-C didukung rakyat Indonesia. Kebaikan hati almarhum juga diungkap tetangga dan sahabat sejak muda di Padang diantaranya diungkap Burma wati.
Demikian pula saat mengobati pasien yang berobat padanya jangankan orang miskin kadang yang beradapun bisa digratiskan almarhum. Almarhum benar benar sosok pejuang, sosok penolong tutur Wati. Almarhum yang sakit akibat kelainan jantung sejak muda kini tlah terbebas dari sakitnya.

Sakit parah selama 20 hari di ICU RS Harapan Kita tak mbuat almarhum berhenti berjuang. Menurut teman temannya saat msh di ICU almarhum masih menanda tangani beberapa berkas.

Doa dan harapan agar dokter Yose sembuh semakin menipis jelang tiga hari sebelum kematian. Kondisi Anfal membuat berbagai alat harus di pasang di tubuhnya membuat komunikasi terputus hingga akhirnya Senin tanggal 20 pukul 00.38 Sang Malaikat maut menjemput sang Mujahid sejati di hadapan keluarga tercinta.

Usia 56 tahun masih terasa muda tetapi semangatmu tlah menjadi inspirasi buat kebanyakan umat yang peduli dengan sesama.
Selamat jalan sang pejuang kemanusiaan. Amal kebaikanmu kan terus dikenang dan menjadi catatan amalmu di hadapanNya kelak.
Jalan Jihadmu membuat kami semua yakin engkau berpulang dengan husnul khotimah..



Monday, 2 December 2019

Reuni ketiga 212 tetap berlanjut

Baru sehari setelah aksi Reuni ketiga 212 tiba tiba Selasa pagi di bekas tempat umat bertafakur itu terjadi ledakan. Ledakan yang melukai dua anggota TNI yang sedang berolah raga.

Kapolda Metro Jaya Mayjen pol. Gatot Edi Pramono langsung mengeluarkan rilis jika ledakan berasal dari bom asap. Kasus meledaknya bom asap tersebut masih dalam penyelidikan.

Berita tersebut cukup mengagetkan karena Minggu malam hingga Senin pagi daerah itu masih diduduki jutaan umat yang sedang bereuni 212.

Akibat kejadian itu banyak dugaan pun tak urung muncul dari dugaan ada yang mau sabotase aksi 212 hingga punya tujuan politis.

Biarkan polisi menyelidiki kasus yang mengerikan itu dan umat Islam yang Senin pagi tlah memenuhi panggilan ulama pun tlah tiba di rumah masing masing termasuk yang dari luar Jakarta.




Saat hari masih gelap. Suara adzan pun belum berkumandang. Namun iring-iringan umat sudah bergerak sejak sore menuju Monumen Nasional atau Monas. Tujuannya satu mereka ingin mendapat shaf  paling depan dekat mimbar.

Mereka berasal daripada orang berpunya hingga  yang hidup pas pasan. Dari yang sehat hingga yang harus berkursi roda atau mereka yang tuna netra.

Mereka datang dari berbagai arah mulai dari Jabodetabek hingga yang jauh dari luar negeri. Tujuannya satu mereka ingin menghadiri Reuni 212 bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Mereka yang datang jauh dari Luar Negeri seperti Jerman, Amerika hingga Canada membuat takjub semua orang.
Ada lagi Diapora Indonesia dijual Jerman yang sampai charter pesawat.

Yang masih di luar negeri tapi tidak bisa hadir mereka membuat video untuk beri semangat kepada peserta aksi Reuni 212 yang bisa hadir di Jakarta.

Video datang dari berbagai negara diantaranya dari warga Indonesia di Inggris, Canada,  Australia dan Hongkong. Video tersebut membuat terharu yang nonton.

Di Jakarta sendiri sejak Malam tanggal 1 warga mulai berdatangan ada yang bermobil ada yang hanya mengendarai motor. Ada juga dengan berkuda.
Ada 12 kuda yang datang dari Bogor dan sekitarnya.

Tahta, anak muda pemilik sekolah berkuda memimpin rombongan berkuda itu, sebelum memasuki Jakarta mereka dikawal komunitas Vespa.
Aksi berkuda tuk ikut Reuni 212 membuat takjub banyak warga. Selama acara berlangsung kudapun tampak tenang mengikuti.

Selain Tahta dan teman temannya ada
Juga anak anak pesantren yang datang dengan menumpang truk hingga bus asal mereka bisa sampai ke Monas seperti diungkap Ariel dari Banten.

Kita nekat datang padahal uang pas pasan, beruntung kita mendapat banyak makanan dan minuman selama di Monas kata Ariel yg berusia 13 tahun ini. Bersama lima temannya mereka berencana balik Banten dengan kembali menebeng truk barang. Bendera besar nekat mereka bawa dari kampungnya.

Sedangkan Dean pemuda dari Garut yang bekerja di perusahaan swasta mengaku mereka menumpang 20 mobil dan 10 bus.

Dean dengan warga Garut lainnya berangkat bersama sama ke Jakarta setelah mereka kompakan untuk berkumpul di Alun alun kota Garut. Rombongan dari Garut tiba jam 11 malam.

Saat azan subuh, seorang ibu tampak buru buru menggelar tikar dan sejadahnya dekat posko Kesehatan dokter Ana.
ibu Dian mengaku sudah tiba sejak dua hari lalu tiba dari Banjarmasin. Saya emak dari grup Peoln ktnya sambil merapikan mukenanya. Tiap tahun saya ingin hadir. Saya sedih banyak yang tiba tiba tidak suka dengan ulama yang Kafah. Apa yang sedang terjadi katanya berbisik.

Lain lagi dengan Indah, ibu beranak tiga ini tinggal di Singapura tetapi selalu rajin ikuti aksi 212. Kami inap di Aryaduta biar cepat ke Monas katanya sumringah. Indah hadir ditemani adiknya.

Usai sholat subuh nampak depan Monas ada rombongan nenek nenek yang mengaku dari Palembang berjumlah 43 orang. Kami mencarter bus tiap orang membayar 450 ribu tuk pulang pergi kata bu Rusiah.
Tapi ada juga yang membawa mobil. Ada 4 orang kakek juga ikut dengan kita cerita Ni' mas teman ibu Rusiah yg hampir berusia 70 tahun ini. Ni'mas malah datang sambil membawa bendera Tauhid.
Bambunya juga katanya sambil melambai lambaikan bendera Rojanya itu depan Monas, aksi Ni'mas diikuti warga lain karena tiba tiba ada lagu tentang shalawat Nabi.

Kami sempat tahajud bareng dan beristiqosha kata Dewi yang duduk bareng dengan para nenek itu.
Ibu dari Bekasi ini datang sejak magrib. Suami dan anak ikut juga katanya. Aksi ini merupakan bagian perjuangan kami agar Islam tidak dihancurkan kata Dewi yang merupakan psikolog ini.

Di atas Panggung tamu terus berdatangan puncaknya pas mau sholat subuh. Sebelumnya para ulama telah memimpin Istiqosha karena Reuni 212 kali ini bertepatan dengan Maulid Nabi. Maka judul yang dipasang di spanduk besar adalah Munajat Maulid Akbar Reuni Mujahid 212.

Sambil menanti subuh doa doa terus dilantunkan dan diikuti umat Islam yang terus berdatangan dari penjuru negeri.

Usai sholat subuh dan berzikir. Saatnya beberapa ulama dan tokoh tampil untuk berpidato diantaranya Ustad Haekal Hasan yang meminta agar Pemerintah mengizinkan ulama kharismatik Habib Riziek Shihab dipulangkan.
Masalah Sukmawati yang telah menghina Rasulullah juga harusnya diproses hukum. Teriak ulama dari atas panggung dan disambut dengan teriakan tangkap tangkap Sukmawati oleh umat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun hadir dengan seragam kantor.
Anies kembali bisa memukai warga yang hadir dengan pidatonya tentang keadilan dan persatuan. Keadilan tidak hanya diomongkan tapi direalisasikan ucap Anies dr atas panggung. Kehadiran umat menunjukan adanya persatuan dan kekompakan

Beberapa ulama besar dari negara lain turut hadir diantaranya Imam Syeh Ammar Arrufati dari Palestina dan dari Turki.
Tokoh Indonesia Fadly Zon dari Gerindra dan Mardani Sera serta Hidayat Nur Wahid dari PKS juga hadir di panggung.

Selain itu hadir mantan anggota Gangster dari Canada Ishak Mustaqim yang tlah menjadi mualaf.
Pria berkulit putih berusia 41 tahun ini mengaku penasaran dengan aksi 212 makanya dia bahagia diundang Neno Warisman.

Kehadiran umat serta para ulama diantaranya Dai cilik berusia 12 tahun yang bergelar Syeh Rasyid ini telah dirancang dengan begitu rupa. Termasuk banyaknya makanan minuman dalam aksi yang kali ini diperkirakan dihadiri lebih 3 juta umat.
Jumlah tersebut jauh berkurang dari aksi tahun lalu karena bertepatan dengan hari Senin.

Makanan minuman gratis menjadi daya tarik tersendiri. Banyak yang ingin menjadi donatur tuk bisa terlibat di sana. Komunitas emak emak yang kemarin aktif tuk 02 juga tetap hadir. Posko posko makanan dan kesehatan yang lengkap didukung pengamanan oleh aparat membuat aksi yang berlangsung hingga pukul 9 pagi tetap berlangsung damai. Walau sempat ada aksi ditangkapnya dia pemuda diduga akan mencopet.

Ketua Panitia berharap aksi Reuni tahun depan sudah bisa dihadiri Habib Riziek Shihab.



Monday, 30 September 2019

Demo Part 2




Sebagai wartawan kriminal  yang telah puluhan tahun meliput peristiwa kerusuhan di mana-mana, baru kali ini merasa surprise. Karena biasanya bentrok antarwarga atau tawuran antarpelajar. Tapi kali ini massa dengan aparat yakni polisi. Hebohnya, bentrokan kali ini dilakoni massa terdiri dari mahasiswa dan sebagian pelajar STM, bahkan ada juga pelajar SMP di depan gedung MPR DPR.

Aksi demo kedua ini masih membawa tema menolak perubahan UU dari UU KPK, KUHP, Pertanahan dan lain lain.

Sebelumya mereka telah turun depan gedung DPR MPR tanggal 24 September lalu. Dalam aksi tanggal 24 lalu juga bentrokan pecah antara massa dengan aparat. Ratusan korban berjatuhan akibat gas air mata dan salah seorang mahasiswa bernama Faisal hingga hari ini terbaring di RS akibat terkena pukulan benda keras hingga tengkoraknya pecah saat melarikan diri saat aksi demo itu.

Kemarin, tanggal 30 September massa kembali turun. Juga para pelajar SMA dan STM hingga pelajar SMP ikut bergabung. Mereka datang dari mana-mana.

Selain para pelajar itu para buruh yang tergabung dalam KASBI (Aliansi Serikat Buruh Indonesia) juga turun.
Mereka membawa tiga mobil komando yang posisinya berhadapan dengan aparat dan dibatasi kawat berduri. Isu yang para buruh bawa menolak rencana revisi berbagai undang undang yang dianggap malah merugikan masyarakat.

DPR menurut Nining dari KASBI adanya biang masalah di negeri dan mereka harus bertanggung jawab.
Orasi dari berbagai elemen termasuk ketua BEM rata rata mengecam DPR dan rezim ini. Begitu juga rombongan yang baru bergabung selalu datang dengan menyanyikan lagu lagu yang menyindir presiden dan anggota DPR. Makian tak urung mereka teriakan.

Salah satu ketua BEM dari UI malah melepaskan jacketnya di atas mobil komando tanda sekarang mereka bergabung dengan masyarakat.


Tepat pukul 16.00 WIB, ada pendemo melempari iringan mobil polisi dengan botol. Tak hanya itu, pendemo menutup jalan tol. Imbauan polisi tuk membuka jalan tol tidak dipedulikan massa. Buntutnya, tembakan gas air mata dilepas ke massa. Tembakan gas tak urung membuat kocar kacir para pendemo.

Saat adzan Magrib menggema, puluhan mahasiswa sholat magrib. Sayangnya pada saat rakaat terakhir bunyi tembakan gas air mata membuat massa langsung mundur. Tetapi tidak bagi yang nekat. Aksi melawan aparat dilakukan mereka dengan melempar kayu atau botol dan batu.
Tembakan gas airmata terus dilancarkan aparat tetapi itu tidak mengurangi militansi massa yang di antaranya terdiri dari kalangan pelajar. Bahkan tak urung ada juga yang nekat menendang pasukan PHH.

Suasana semakin panas hingga ribuan pelajar kocar kacir. Ada yang lari arah Palmerah ada juga yang ngacir ke arah Semanggi dan sekitar TVRI.

Ternyata di dekat Polda, pasukan telah siap menunggu hingga terjadi lagi keributan di sana. Pelajar kembali nekat melawan aparat. Tembakan gas air mata kembali membuat panik termasuk pengguna kendaraan bermotor. "Balik arah ...balik arah," kata mereka panik.

Kemacetan tak urung terjadi. Sedangkan massa di sekitar FX Sudirman malah membuat lilin dan mereka yang rata rata sudah terkena gas air mata sambil bersila dan berdoa.

Korban terus berjatuhan ada yang dilarikan ke RS Harapan Kita, RS Mintoharjo, dan RS Siloam. Tembakan gas air mata terus dicurahkan tetapi lagi lagi banyak pelajar nekat menerobos untuk bisa tetap melawan walau hanya dengan lemparan batu kerikil.

Wartawan Dianiaya

Bukan hanya RS tetapi banyak masjid di antaranya Masjid Al Falah sekitar Petamburan ikut merawat luka gas. Ada juga yang ternyata terkena gebukan aparat. Salah satunya Heryawan, wartawan Sinar Pagi.
Heryawan  yang sedang berada di Polda dan berniat pulang dengan motornya melihat kondisi tersebut dengan refleks mengeluarkan handphone-nya. Dia  kemudian mengabadikan moment aksi tersebut, namun anggota polisi tidak menerima hingga ia dipukul beramai ramai. Kepalanya bocor. Dia  mengaku sempat akan ditelanjangi pula. Akibat aksi kekerasan itu, Heryawan mengaku satu buah handphonenya hilang, juga kunci motornya.


Ihwal aksi penganiyaan pada wartawan itu bermula ketika sehabis shalat Isya di Masjid Polda Metro Jaya, Heryawan berniat pulang ke rumahnya. Dia pun lantas menyalakan sepeda motornya. Sebelum gerbang pintu keluar persisnya depan Indomaret atau samping SDM ada keramaian banyak sekali anggota polisi seperti ribut-ribut. Naluri jurnalistiknya tergerak dan langsung merekam kejadian itu dengan handphonenya. Namun baru beberapa saat merekam, salah seorang oknum membentaknya. "Ambil gambar ya? Dijawab Heryawan jika dirinya adalah wartawan dari Sinar Pagi yang ngepos di Polda metro Jaya. Tapi tetap saja mereka memaksa rekamannya minta di hapus!

Karena merasa terpojok, dia pun terpaksa menghapus rekamannya. Namun dalam hitungan detik, salah seorang dari mereka memukulnya beramai-ramai! "Mukul dari belakang, jenggut rambut saya, tonjok kenceng mata saya sebelah kanan sampai darah mengucur, begitu juga kepala bagian belakang saya di hajar sampai bocor berdarah. Saya juga ketakutan karena mereka teriak akan menelanjangi dirinya.

"Saya wartawan Pak wartawan, " ujarnya sembari berusaha lari menyelamatkan diri ke arah Humas PMJ dengan harapan selain ada yang mengenal dirinya entah itu wartawan atau pun pejabat di Polda Metro Jaya.

Hingga pukul 23.00 WIB suasana kerusuhan masih nampak di beberapa titik termasuk sekitar Petamburan Tanah Abang dan sekitar Semanggi. Sejumlah mall sudah tutup sejak pukul 20.00 WIB.

Di Petamburan suasana malah sangat memanas karena aparat mengejar hingga dalam pemukiman akibatnya warga melawan dan suasana bak perang terjadi di sana karena bunyi dar der dor. Dan kumandang azan membuat suasana sangat mencekam karena warga terutama para pria keluar dari rumahnya. Beruntung angggota TNI kemudian ke lokasi hingga bisa mengurangi kemarahan kedua belah pihak. Entah bagaimana api kemudian terlihat di Polsek Tanah Abang ternyata beberapa mobil terlihat terbakar.

Sedangkan sekitar Semanggi hingga pukul 22.00 WIB sebagian besar. Mahasiswa  masih bertahan sambil duduk duduk. Sebagian lagi masih mencoba melawan dan sebagian pulang berombongan naik truk yang mereka setop di jalan.

Di balik kondisi yang mencekam, nampak suasana mengharukan yakni kekompakan di antara para pendemo yang langsung memberikan air dari botol buat yang terkena gas air mata. Ada juga yang bertindak menjadi tim medis yang dengan sigap mereka membawa teman-teman mereka baik dengan menaiki motor atau dengan tandu darurat ke RS terdekat.

Warga juga ikut memberikan makanan. Di dekat Kampus Atmajaya nampak seorang pria  membagikan roti yang langsung disambut hangat para pelajar dan mahasiswa iseng seorang pelajar berteriak takbir  hingga membuat suasana malam di sana menjadi ramai karena pada ketawa.

Kemacetan lalu lintas di seputaran aksi seputaran demo tak terhindarkan hingga kendaraan mengular di berbagai titik di Jakarta.

Hari ini pas tanggal 1 Oktober  bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila dan para anggota DPR periode 2019 2024 akan dilantik ternyata mahasiswa juga  sudah mengeluarkan undangan untuk turun lagi berdemo hari ini.